Blog

Tempat wisata ciamik di kota sydney

Well, setelah seminggu ikut pelatihan di Sydney dan mengkhatamkan tempat-tempat yang wajib dilihat disana, I realized bahwasanya waktu luang yang saya punya ternyata lebih banyak dari yang saya kira #kadang_training_hanya_modus_belaka. Saking luangnya, saya sampai bolak-balik ke Opera House hingga bosen. Tapi biar ada variasi, saya juga sempatkan ke tempat yang lain-lain. Kayak tempat-tempat ini nih . . .

(naik ferry ke) MANLY BEACH
Bukan pantainya sih yang saya cari. Don’t get me wrong, pantai-nya bagus kok. Tapi well, I’ve seen Bondi dan yang lainnya. Jadinya Manly Beach seperti terlihat biasa saja di mata saya. Pasir putih, air laut, burung-burung camar, . . . yah tipikal pantai di luar negeri gitu deh. Di Bondi juga seperti ini, tapi lebih kece.

20180130_18354320180130_175730

Lagian tujuan utama saya sebenarnya cuma pengen menjajal naik ferry. Dari Circular Quay Wharf ke Manly naik ferry cuma 4.60 dollar saja sekali jalan. Lumayan. Dengan durasi  perjalanan 30 menit dan pemandangan yang yahhhh oke lah.

 

THE ROCKS
Meski judulnya The Rocks, tempat ini gak ada hubungannya dengan batu-batu atau nama sebuah cafe waralaba ya. Apalagi hubungannya sama bintang film balapan mobil yang terkenal itu. No! Tempat ini adalah tempat turis yang bisa dibilang spot bersejarah kota Sydney jaman kolonial dulu. Kelihatan banget dari bangunan-bangunan gaya eropa yang berada di sekitar sini. Ya meski sebenarnya bangunan bergaya eropa juga banyak kalian temukan di sekitar George Steet.

Tiap Sabtu-Minggu dari jam 10 pagi hingga jam 5 sore, ada semacam pasar kaget di sini. Barang-barang yang dijual bukanlah seputar celana kolor, casing hape, atau pun bedcover 100ribu-tiga ya. The Rocks Market ini cenderung menyediakan barang-barang kerajinan lokal, hasil karya anak bangsa Australi. Bahkan kerajinan asli Aborigin pun ada. Biasanya barang-barang yang dijual berkualitas menengah atas. Tapi kalau soal harga, pastinya tidak ramah di kantong saya.

Berlokasi dekat dengan Harbour Bridge, biasanya orang-orang mampir ke The Rocks sebelum atau sesudah Bridge Walk. Untuk menuju tempat ini, sama dengan cara menuju tempat-tempat lainnya di sekitar Circular Quay. Naik kereta metro T2/T3, lalu turun di Circular Quay Station.

 

HYDE PARK
Sebagai pecinta garden dan taman-taman, rasanya kurang afdol kalau ada taman dekat kostan yang belum disinggahi. Hyde Park. Konon katanya, merupakan taman paling tua di Sydney ( check data sdy ) . Seperti taman pada umumnya, kalian akan menjumpai lapangan rumput, pepohonan, dan air mancur. Archibald Fountain, itu ciri khasnya. Tak lupa pula St. Mary’s Cathedral yang bikin background foto kalian makin kece.

20180128_12534520180128_094123

Di taman yang bagian selatan, kalian akan menemukan ANZAC War Memorial dan Pool of Reflection. Gak sebagus taman utamanya, tapi masih oke buat foto-foto. Tiap weekend dan sore hari, Hyde Park ini cukup ramai pengunjung. Gak seramai Royal Botanic Garden sih. Tapi kalau kalian mau ngamen tiap hari selama setahun di sini, insyallah hasilnya bisa buat pulang kampung. Apalagi masuknya juga free.

Untuk menuju ke sini pun gampang. Bisa pakai kereta metro T2/T3, turun di Museum Station. Atau naik bus 301/302 turun di halte Park Street.

 

LUNA PARK
Meski ada Park-Park-nya, Park yang satu ini bukan tipikal Park yang ada lapangan rumput dan kembang warna-warni. Luna Park merupakan sejenis arena bermain yang terletak di sisi utara Harbour Bridge. Mirip Dufan versi mini dengan konsep pasar malam ala kampung. Kampung-nya tentu saja kampung Australi. Saya ke sini pas hari Minggu, dan itu ruame banget sama anak kecil. Suasananya meriah dan warna-warni.

20180204_16381320180204_163431

Selain arena bermainnya yang berkualitas, harganya juga lumayan reasonable. 22 dollar untuk naik dua wahana. Dan ada juga paket-paket lainnya. Tapi yang membuat hati saya senang, masuk areanya ternyata gratis. Jadi bagi kalian yang berpegang teguh pada prinsip jalan-jalan pelit irit, bisa numpang foto-foto di dalam taman bermainnya tanpa harus bayar.

Luna Park buka setiap hari Kamis – Minggu, dari jam 4 sore sampai jam 11 malam. Untuk menuju Luna Park, kalian bisa menggunakan kereta metro T1, lalu turun di Milsons Point Station. Atau jalan kaki dari Harbour Bridge, setelah nyeberang jembatannya.

 

SURRY HILLS
Surry Hills merupakan sebuah area perumahan yang ada di belakang Central Station. Sebenarnya saya ke sini-nya tanpa sengaja karena beberapa alasan. Yang pertama, karena ikut kunjungan industri yang lokasinya pas banget di pinggiran Surry Hills. Dan yang kedua, karena kinthil grup bapak-bapak pergi ke Stadion Allianz (cabang Sydney) yang kebetulan melewati kelurahan Surry Hills ini.

Selama dua minggu tinggal di CBD yang penuh dengan tower-tower, pemandangan Surry Hills tentu saja sangat menyegarkan mata. Yang unik di sini sih karena bentuk rumah-rumahnya yang imut-imut, dempet-dempet, dan bergaya Victorian Style. Jadi bagi kalian pecinta seni arsitektur, this is one of your place.

 

PADDY’S MARKET
Bagi kalian yang diteror fakir oleh-oleh sepulangnya dari Australi, Paddy’s Market lah yang kalian cari. Segala bentuk suvenir (mulai dari gantungan kunci lusinan, boneka kanguru, t-shirt, sampai boomerang kawe-3) ada di sini. Harganya pun ralatif terjangkau. Soalnya produk-produknya memang made-in-China. Tapi tenang saja, selama ada tulisan “Australia”-nya, teman kalian akan senang-senang saja dengan oleh-olehnya.

Selain toko suvenir, Paddy’s Market juga memliki stand penjual baju-tas-sepatu di lantai atasnya. Sedangkan di lantai dasar, kalian bisa menemukan pasar sayur, buah, dan bumbu-bumbu. Sepulang sekolah, rekan-rekan saya sering belanja di sini. Dan ternyata banyak sekali pedagang Paddy’s Market yang orang Indonesia. Jadinya gak usah how much, how much-an segala kalau pas lagi belanja.

Paddy’s Market terletak di area Chinatown, tak jauh dari Central Station. Jadi bisa dibilang banyak moda transportasi yang lewat sini. Tapi yang paling deket, kalian bisa menggunakan tram atau light train. Turunnya langsung di halte Paddy’s Market. Dan ingat, Paddy’s ini hanya buka di hari Rabu – Minggu, dari jam 10 pagi sampai jam 6 sore. Oh ya, jangan lupa menengok Night Market-nya tiap hari Jumat sore atau Food Market-nya tiap Sabtu sore untuk menjajal jajanan pasar khas oriental.

 

QUEEN VICTORIA BUILDING
Sekilas, namanya memang mirip dengan properti peninggalan kesultanan Inggris. Malah kalau melihat bangunannya yang klasik ke-eropa-eropa-an, kalian akan berpikir kalau tempat ini adalah museum atau bahkan gedung MPR-nya Australi. Tapi enggak loh ternyata. Lha siapa sangka kalau isinya malah toko-toko retail alias mall tempat belanja. Saya sih ke sini bukan dalam rangka belanja. Bisa puasa setahun dah kalau eike belanja di sini. Foto-foto saja lah kita ya. Mumpung tempatnya kece.

20180128_10004620180207_171345

 

Well, selain mengunjungi tempat-tempat tadi, sebenarnya masih ada kegiatan lain yang saya lakukan. Tapi mostly tidak menarik untuk diceritakan kalau acaranya cuma bolak-balik ke Woolwoths dan Chemist Warehouse buat nyobain handbody dan tester parfum gratisan (tapi gak belanja).

Dan kalau kalian bertanya mana foto saya sama kanguru, sadly I don’t have any. Karena untuk bertemu binatang sebangsa kanguru, koala, dan binatang khas Australia lainnya, kalian harus mbayar 46 dollar ke Taronga Zoo. Dan karena saya gak terlalu pengen dan rasanya gak worth it juga, jadi ya mending foto yang gratis saja bareng mas-mas Bondi.

20180203_111232~3

Tapi seru sih. Sydney is great. Dan bahkan rekan-rekan saya masih belum bisa move-on sepulangnya dari Australi. Tapi buat saya, hidup itu maju ke depan. Meski Australi berkesan, akan banyak cerita yang lebih berkesan di perjalanan-perjalanan berikutnya. Makanya sering-sering saja kirim saya jalan-jalan pelatihan.