Blog

Siap Jadi Anak Unair?

Kali ini, aku bakal nge-share tentang tata cara pendaftaran hingga daftar ulang di Universitas Airlangga di tahun 2015, menurut pengalamanku. Sebagai tambahan, aku mengambil progam Alih Jenis di jurusan Keperawatan, dengan program studi S1 Pendidikan Keperawatan. Yang dimaksud dengan alih jenis ini merupakan pengalihan dari pendidikan vokasi ke pendidikan akademik, singkatnya dari D-III ke S1. Karena sebenarnya dari D-III ini dapat melanjutkan pada pendidikan vokasi kembali (D-IV, setara dengan S1) mau pun beralih ke pendidikan akademik (S1).
Untuk informasi, pendidikan vokasi dan pendidikan akademik ini berbeda, walau pun sebenarnya setara. Pendidikan vokasi lebih mengarah kepada penguasaan keahlian terapan tertentu. Sedangkan pendidikan akademik lebih mengarah kepada penguasaan dan pengembangan ilmu.
Pada jurusan keperawatan, program alih jenis (S1) di universitas negeri sekarang mulai banyak di tutup. Dan yang aku tau, universitas yang masih menyelanggarakan program alih jenis sekarang ini hanya Universitas Airlangga dan Universitas Indonesia. Sedangkan program vokasi (D-IV) Keperawatan dapat kalian temukan di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan terdekat.

Nah buat kamu yang tertarik untuk melanjutkan pendidikan pada program alih jenis di Universitas Airlangga, berikut ini merupakan langkah-langkah yang pernah aku lalui di tahun 2015 lalu.

1. Tekatkan niat, hilangkan keraguan, persiapkan sejak dini, disertai dengan restu orang tua

Yap. Tekatkan niat. Ini hal utama dan yang paling pertama kamu persiapkan. Kamu harus ingat bahwa yang orang-orang yang ingin melanjutkan pendidikan alih jenis di Unair itu bukan hanya kamu, tapi banyak juga yang lainnya dari Sabang hingga Merauke. Tapi abaikan saja dulu mereka, kamu nggak perlu memikirkan mereka yang juga sedang berjuang supaya dapat masuk Unair. Yang kamu harus lakukan merupakan fokus dengan dirimu sendiri, fokus dengan kesiapanmu untuk menjalani tes masuk Unair. Kamu nggak perlu takut dengan saingan-sainganmu di luar sana. Karena sehebat apa pun sainganmu, nggak akan lebih hebat dari Tuhan-mu.
Hilangkan keraguan di hatimu. Aku yakin, setiap diri manusia yang ikut tes masuk Unair juga mempunyai keraguan yang sama. Aku juga dulu pernah ragu. Aku ragu karena aku takut aku akan gagal. Tapi aku sadar bahwa hidup ini memang penuh dengan ketidakpastian. Lagi pula, tidak apa-apa jika gagal, toh orang-orang hebat pada dasarnya mengalami kegagalan dulu sebelum mereka meraih kesuksesan. Selain itu, kita selalu punya Tuhan yang tau mana yang terbaik untuk kita. Maka yakinkan hatimu, hilangkan keraguanmu, melangkahlah dengan percaya diri dan dunia akan berada digenggamanmu.
Persiapkan diri. Belajarlah dengan tekun, semalas apa pun itu rasanya, tetaplah belajar. Karena usaha, nggak akan membohongi sebuah hasil. Percayalah bahwa di setiap usahamu, Tuhan selalu mengamatimu. Dan Dia nggak mungkin tega untuk membiarkan usaha kita sia-sia begitu saja, iya kan?
Restu orang tua juga nggak kalah penting loh, sob. Tanpa restu orang tua, aku yakin akan ada saja hambatan yang akan kita temui di dalam perjalanan. Tapi bukan berarti jika kita sudah mengantongi restu orang tua, kita nggak akan mendapatkan hambatan, hambatan pasti ada, hanya saja dengan doa orang tua, segala rintangan pasti akan terlewati dengan lebih mudah. 
Dan yang nggak boleh dilupakan merupakan, untuk meminta bantuan kepada yang punya bagian terbesar dalam pengumuman penerimaan mahasiswa baru, Tuhan. Yakin lah bahwa Tuhan akan mendengar doamu, dan Tuhan akan memberikan apa pun untukmu jika memang itu yang terbaik untukmu. Selama kamu punya Tuhan, pecaya lah sebesar apa pun tantangannya, pasti akan terlewati.

2. Sering nge-cek jadwal di http://www.ppmb.unair.ac.id

Jadwal PPMB Alih Jenis Tahun 2015. Sumber : http://ppmb.unair.ac.id/id/site/alihjenis

Sebagai calon-peserta-penerimaan-mahasiswa-baru-unair, kita harus aktif ngecek jadwal. Karena jadwal ini akan diumumkan secara online di website-nya PPMB Unair. Menurut pengalaman sih, jadwal PPMB ini baru diumumkan, kalau nggak salah, sekitar dua bulan sebelum waktu pendaftaran. Tapi untuk lebih pastinya, sering-sering di kepo-in aja websitenya!

3. Siapkan berkas yang kira-kira diperlukan saat pendaftaran

simpen rapi-rapi file-nya, biar aman. 
Sebagai saran, biar nggak kelabakan nantinya. Jika kalian punya waktu berlebih sebelum waktu pendaftaran, coba aja siapkan berkas yang kira-kira dibutuhkan untuk pendaftaran. Karena pendaftaran dilakukan secara online, maka berkas yang dibutuhkan dalam bentuk soft file. Jadi segela berkas yang dibutuhkan, harus di scan.
Nah terkhusus untuk program alih jenis, berkas yang dibutuhkan antara lain : pas poto, serifikat akreditasi program studi D-III (dapat minta di kampus masing-masing), Ijazah D-III, transkrip nilai D-III, surat ijin belajar dari atasan (jika sudah bekerja), surat pernyataan kebenaran pengisian biodata (dapat di download di sini), identitas diri yang masih berlaku (KTP / SIM / passport), surat pernyataan SP3 (dapat di download di sini).

4. Melakukan pendaftaran di http://www.pendaftaran.unair.ac.id

sumber : http://pendaftaran.unair.ac.id/ 
Jika waktu pendaftaran online sudah tiba, kamu boleh nih mengakses web pendaftarannya Unair. Nah disini langkah-langkah yang kamu lakuin merupakan memilih jenjang seleksi, mengisi dan submit formulir pendaftaran, mengupload berkas syarat yang dibutuhin, menunggu verifikasi berkas untuk mendapatkan kode voucher, membayar voucher ke bank, mengisi kuisioner, dan mencetak kartu ujian serta denah lokasi ujian.
Nah saat sudah selesai mengupload berkas, kamu tinggal menunggu hasil verifikasi dari panita PPMB. Kamu akan diberi nomor antrian yang dapat kalian lihat di halaman “Depan”. Setelah berkasmu sudah lulus verifikasi, kamu akan diberi kode voucher sebagai kode untuk membayar uang pendaftaran PPMB di Bank Mandiri sebesar Rp. 300.000, pembayaran ini dapat dilakukan lewat ATM mau pun Teller. Pengalamanku yang kemarin mencoba membayar lewat ATM, aku hampir frustasi untuk membayar karena pembayaran selalu gagal dilakukan, entah kode-nya yang salah, entah emang gangguan di pusat, atau ATM-nya yang emang minta di jual ke tukang loak. Jadi saran aku, lebih baik membayarnya langsung di Teller. Karena melalui teller, kamu akan mengerti lebih jelas jika memang ada gangguan, lebih nyaman karena petugas bank-nya pasti lebih tau cara pembayaran, selain itu kamu juga dapat ketemu mas-mas teller ganteng.

5. Sering nge-cek timeline Grup FB PPMB Unair atau pun web pendaftaran

Nah satu hal ini juga penting dilakuin setelah kamu selesai melakukan pendaftaran, yaitu kepoin grup FB PPMB Unair. Disini kamu dapat banyak nemuin informasi tentang masalah atau gangguan yang terjadi di web pendaftaran unair, mulai dari data yang terubah sendiri, hilangnya berkas yang sudah di upload, hingga permintaan untuk upload ulang berkas. Hal ini juga dapat terjadi di akun kamu loh!

6. Tes tertulis

Ini lah puncak dari segala perjuangan untuk dapat jadi anak Unair, kita harus dapat melewati tes tertulis. Pada program alih jenis, materi yang di ujikankan merupakan Matematika, Bahasa Inggris dan TPA. Pengalaman aku kemarin, sekali lagi kalau nggak salah ingat, soal TPA terdiri dari 50 butir soal yang harus dikerjakan dalam waktu 50 menit, soal Matematika dan Bahasa Inggris terdiri masing-masing 25 soal yang harus dikerjakan dalam waktu 55 menit.
Untuk tingkat kesulitannya, Matematika-nya sangat mematikan, setingkat dengan SNMPTN. Dan bagi aku anak D-III yang udah lupa pelajaran Matemarika SMA, cuma dapat menahan air mata ngeliat soal Matematika-nya. Meski pun berbulan-bulan sebelumnya sudah nyoba belajar Matematika mati-matian, tapi tetap aja cuma dapat bengong waktu ngeliat soal Matematikanya. Tapi seriusan deh, 30 menit sebelum tes selesai hingga 30 menit setelah tes selesai, mataku berkaca-kaca. Pengen banget nangis. *curhat*

7. Melihat pengumuman tes tertulis di http://www.pengumuman.unair.ac.id

Pengumuman dapat dilihat sesuai dengan jadwal yang sudah di tetapkan, dengan mencantumkan nomor ujianmu.
Jadi awalnya kemarin itu udah pasrah banget. Di satu sisi aku udah ngerasa takut banget nggak keterima, tapi di sisi lain hatiku ngerasa tenang seolah-olah nggak ada yang perlu aku khawatirkan. Kebetulan waktu itu pengumuman di beritakan akan di ekspos pada jam 19.00, dan aku berniat untuk melihatnya keesokan harinya aja. Tapi ternyata tiba-tiba Mbak-ku, Mbak Yayuk, tiba-tiba datang khusus untuk ngeliat pengumuman onlinenya. Aku ikut deg-degan eh Dil, ucap Mbak Yayuk. Mau nggak mau, aku harus ngeliat pengumumannya malam itu juga. Dan alhamdulillah banget, aku lulus, Allah emang baik banget.
8. Melihat informasi registrasi ulang di http://www.unair.ac.id
Setelah dinyatakan lulus. Kamu dapat melihat informasi ulang di web unair pada bagian ujung kiri bawah. Di sana ada lampiran yang dapat kamu download. lampiran itu udah berisi lengkap banget tentang tata cara daftar ulang. Tapi tenang aja, kalau kamu masih kebingungan tentang tata cara daftar ulang, kamu dapat nanya ke Grup FB PPMB Universitas Airlangga.

9. Melakukan registrasi online di http://www.regmaba.unair.ac.id

Langkah paling awal untuk daftar ulang merupakan, registrasi online. Pada saat registrasi ini kamu bakal di minta untuk mengupload ulang ijazah D-III dalam bentuk pdf. Setelah itu kamu dapat mendownload atau langsung mencetak formulir registrasi. Pada file formulir registrasi tersebut, sudah terlampir formulir surat penyataan bebas NAPZA, formulir surat pernyataan bersedia mentaati peraturan Unair dan jadwal untuk daftar ulang. Sesemakin cepat kamu melakukan registrasi online, sesemakin cepat jadwal daftar ulang kamu.

10. Menyiapkan biaya dan berkas untuk daftar ulang

Ini merupakan hal yang harus kamu siapkan sebelum melakukan daftar ulang, menyiapkan biaya yang nggak sedikit dan berkas-berkas yang di minta. Dua hal ini harus disiapkan dalam waktu singkat. Bayangin aja, pengumuman tanggal 20, dan harus daftar ulang tanggal 26. Itu artinya harus menyiapkan segala biaya hanya dalam waktu 6 hari. Untuk biaya yang harus dikeluarkan, khususnya untuk alih jenis, dapat dilihat di sini.
Berkas-berkas yang perlu kamu siapkan, antara lain fotocopy transkrip nilai dan ijazah yang sudah dilegalisir, transkrip nilai dan ijazah asli, fotocopy akte kelahiran, pas photo dengan latar belakang merah, slip bukti pembayaran baik yang asli mau pun yang fotocopy-an, tkamu peserta ujian, formulir registrasi, formulir bebas NAPZA, serta formulir kesediaan mentaati peraturan Unair.

11. Membayar biaya kuliah di Bank

Melakukan pembayaran kuliah ini harus dilakukan dulu sebelum daftar ulang. Dan melakukan pembayaran kuliah ini harus dilakukan sesuai jadwalnya. Kamu dapat membayar biaya kuliah di teller bank mana saja di seluruh Indonesia yang telah bermitra dengan Unair. Bank-bank tersebut antara lain Bank Mandiri, BNI, BNI Syariah, BRI, BTN, Bank Mandiri Syariah. Dan jangan lupa untuk menfotocopy slip pembayaran setelah membayar ya!
Untuk informasi tambahan. Di Unair, KTM berfungsi juga sebagai ATM. Maka untuk mendapatkan KTM, kamu harus membuka rekening. Dan kamu harus membuka rekening di salah satu Bank dimana kamu melakukan pembayaran kuliah. Jadi kalau kamu bayar biaya kuliah di Bank Mandiri, maka membuka rekeningku harus di Bank Mandiri pula.

12. Melakukan daftar ulang

Pengalaman aku kemarin, daftar ulang dilakukan di Kampus C Unair, di Gedung Airlangga Convention Center (ACC), tepatnya di lantai 2. Nah saat kamu sudah hingga di TKP, kamu langsung saja datang ke meja petugasnya, disana kamu akan mendapat map biru berlambang Unair, nomor antrian, serta formulir KTM sementara.
Pada saat daftar ulang ini, akan tersedia 5 loket. Loket pertama untuk penyerahan berkas untuk di verifikasi, loket kedua untuk sidik jari, loket ketiga untuk pengukuran jaket almamater dan mutz, loket keempat untuk foto KTM, serta loket yang terakhir untuk penyerahan jadwal tes ELPT dan tes kesehatan.
Saran aku, jangan tunda-tunda untuk daftar ulang. Sesemakin cepat kamu daftar ulang, sesemakin cepat jadwal tes ELPT dan tes kesehatan kamu, sesemakin cepat juga kamu dapat pulang kampung. Yuhu!
13. Membuka Rekening
Setelah melakukan daftar ulang, kamu akan mempunyai KTM Sementara. Nah KTM Sementara ini yang kamu gunakan untuk membuka rekening di Bank, tidak lupa juga dengan KTP. Dan rekening bank yang di buka harus sama dengan bank pembayaran biaya kuliah sebelumnya. Namun dalam pembuatan rekening ini, harus di Bank Cabang Unair.
Sebagai contoh, kebetulan kemarin aku melakukan pembayaran biaya kuliah di Bank Mandiri, sebenarnya emang sengaja supaya ada alasan ketemu mas teller ganteng di Bank Mandiri Samarinda, maka aku harus membuka rekening di Bank Mandiri Cabang Unair. Karena Bank Mandiri Cabang Unair sudah bermitra dengan Unair, maka kamu dapat membuka rekening hanya dengan Rp 50.000.
14. Tes Kesehatan
Pada loket terakhir saat daftar ulang, kamu akan diberi jadwal untuk tes kesehatan. Tes kesehatan ini, pengalaman aku, dilakukan di Rumah Sakit Universitas Airlangga yang terletak di Kampus C Unair. Nah hal-hal yang di tes-kan kemarin merupakan tes penglihatan (tes buta warna dengan ishihara, tes saraf optik dengan oftalmoskop, dan tes ketajaman mata dengan snellen chart), tes THT (pemeriksaan membran timpani dengan otoskopi), dan tes bisik.
Saranku untuk orang-orang yang udah jarang bersihin telinganya, buruan gih ke dokter THT dulu sebelum tes kesehatan, minta dibersihin dulu telinganya sama dokter THT-nya. Daripada entar waktu tes kesehatan, malah dikasih rujukan untuk bersihin telinga dulu dan harus ikut tes kesehatan ulang.

15. Tes ELPT

Dan tes terakhir yang harus kamu ikuti merupakan tes ELPT. Tes ELPT ini sejenis dengan tes TOEFL. Tes ini dilakukan di Pusat Bahasa, Kampus B Unair. Seperti layaknya TOEFL pada umumnya, tes ini terdiri dari listening comprehension, structure and written expression, dan reading comprehension. Tes ini sih, katanya, hanya untuk melihat kemampuan berbahasa Inggris kita. Dan nggak menentukan apa-apa. Tapi lumayan sih, jika kamu mendapatkan score di atas 450, kamu dapat mendapatkan sertifikat ELPT gratis dari Pusat Bahasa. Hihi. Kan lumayan. Gratis.

16. Melihat pengumuman tes kesehatan dan ELPT di http://www.regmaba.unair.ac.id

Untuk melihat hasil dari tes kesehatan dan tes ELPT ini, kamu dapat melihat secara online di website regmaba. Tes ELPT biasanya keluar sehari setelah dilakukan tes melalui online, atau satu jam setelah dilakukan tes melalui papan pengumuman pusat bahasa. Tes kesehatan, mungkin baru akan keluar setelah 3 minggu semenjak dilakukannya tes kesehatan. Dan alhamdulillah pada tes ELPT, aku dapat mendapat score 477. Padahal itu tes ala-ala TOEFL pertamaku dan dengan persiapan yang minim.
Dan akhirnya aku dapat menjadi mahasiswa kembali di Universitas Airlangga yang sebentar lagi akan menuju world class university. Semoga aku dapat menjalankan pendidikan dengan baik dan lulus tepat waktu. Tetap semangat untuk kamu-kamu yang ingin menjadi mahasiswa Unair. Teruslah bermimpi dan jangan pernah menyerah. Semangat!

Article Source: https://tri133.student.unidar.ac.id/