Blog

Praktik Photography – Bagaimana Fungsi Mode RAW

Praktik Photography – Bagaimana Fungsi Mode RAW

Jasa Foto Wedding Jakarta – File RAW memastikan kualitas terbaik untuk foto Anda, tetapi untuk meningkatkan kualitas gambar RAW membutuhkan sedikit latihan dan kesabaran. Kami akan menunjukkan beberapa trik dan cara pintas untuk membuatnya. Mungkin Anda pernah bertanya-tanya, apakah saya harus memotret dalam mode RAW atau tidak File RAW merupakan kunci untuk melengkapi potensi kamera dan menjadi pondasi sempurna untuk editing gambar. Hanya di mode RAW Anda dapat menggunakan semua tools kreatif yang ada di dalam software editing. Pemilihan format memotret tergantung pada kebiasaan dan tujuan dari pemotretan.

Beberapa orang lebih memilih untuk menggunakan mode JPEG, dan yang lainnya memilih menggunakan mode RAW. Fotografer landscape memilih untuk menggunakan mode RAW. Pengolahan gambar memerlukan penyesuaian yang halus, pencahayaan, kontras, dan tingkat detail yang tinggi. Namun, bagi fotografer olah raga dan berita memerlukan kecepatan dalam pekerjaan. JPEG merupakan pilihan yang tepat karena dapat di-edit langsung pada kamera dan dapat segera dikirimkan file-nya dengan lebih cepat. Apa itu gambar RAW Sensor kamera mengubah cahaya menjadi signal elektrik. Filter warna yang digunakan adalah merah, hijau, dan biru yang sudah ter-mounting di tiap piksel, yang merupakan warna dasar yang membentuk setiap gambar yang kita lihat menggunakan mata manusia.

Tidak seperti JPEG yang sudah melalui proses di awal, file RAW merupakan data mentah yang belum dikonversi menjadi sebuah gambar matang. RAW memiliki hingga 16 bit resolusi kecerahan yagn lebih tinggi karena mengandung semua detail yang ditangkap oleh sensor. Dengan demikian, file-nya juga menjadi lebih besar. Setiap produsen kamera memiliki format RAW masing-masing, seperti Canon dengan (.CR2), Nikon dengan (.NEF). Namun, penamaan format ini tidak memiliki perbedaan, sehingga file RAW tetap dapat dibuka di berbagai software seperti Adobe Camera Raw, Adobe Photoshop Lightroom, Capture One, dan masih banyak lagi. Dalam pengembangan RAW lebih lanjut, Anda sebagai fotografer memiliki kontrol sepenuhnya dalam hal exposure, kontras, bayangan, pencahayaan, dan detail lebih rinci. Bahkan lebih jauh lagi melangkah pada parameter kejelasan, ketajaman, dan pengurangan noise.