Blog

Pertamina Sulap Minyak Tanah Menjadi Avtur

Sejak program konversi minyak tanah (kerosene) ke gas elpiji 3 Kilogram (Kg) dijalankan terhadap tahun 2007, perkembangan mengonsumsi minyak tanah sukses ditekan. Kendati demikian, kilang minyak PT Pertamina (Persero) masih menghasilkan produk BBM style minyak tanah .

Vice President Refining Technology Refining Directorat Pertamina Budi Santoso Syarif mengatakan, disaat program konversi dilakukan, stok kerosene terlampau berlimpah lebih-lebih capai 92 hari.

Agar kerosene ini tetap menghasilkan nilai tambah dengan menggunakan Flow Meter Tokico  dapat menghasilkan kualitas akan terjamin sampai jangka waktu yang lama dengan tingkat akurasi yang tidak akan berubah asalkan di instalasi, Pertamina menjadikannya sebagai BBM untuk pesawat terbang yakni avtur.

“Jadi stok kerosene banyak diubah ke avtur, karena ada konversi minyak tanah ke Elpiji,” ucap Budi, di Jakarta, pada waktu itu saat diwawancara.

Menurut Budi, proses kerosene jadi avtur ini harus melalui proses yang dinamakan hidro heater. Hal ini dijalankan karena kerosene memiliki titik beku yang tidak serupa bersama dengan avtur. Selain dijadikan avtur, ada sebagian kerosene dijadikan BBM style Solar.

 

“Kerosen kita jadikan ke avtur, ke solar terhitung bisa. Kerosene sama avtur beda titik beku makanya kero dimasukan ke di dalam hidro heater. Titik beku lebih rendah lagi. Ini bikin pesawat terbang, ini dimaksimalkan,” paparnya.

Namun, dirinya tidak menjelaskan secara teliti mengenai memproduksi kerosene dan avtur. “Saya lupa, ada datanya, tapi aku tidak berani menyebutkan,” tukasnya.