Blog

Mengenal Masjid Al Kautsar Polda Metro Jaya

Masjid Al Kautsar Polda Metro Jaya – Masjid di Indonesia sering tidak sepenuhnya mengadopsi masjid – masjid di Timur Tengah atau Arab. Dengan keragaman budaya Indonesia sambil membangun masjid di masing – masing daerah memiliki arsitektur yang beragam dari masjid, namun, gambar masjid masih ada.

Ada masjid dalam bentuk joglo di Indonesia diantaranyak Masjid Demak dan Masjid bawangan di Aceh.
Keberadaan masjid di lingkungan kantor umumnya terbatas pada fungsinya sebagai tempat ibadah. Hanya kantor kecil, terutama di Jakarta, yang membangun sebuah masjid milik megah dan indah. Kursi Metro Kepolisian Daerah, Jakarta (Polda Metro Jaya) adalah salah satunya.

Di bagian selatan kompleks Polda Metro Jaya, persis di samping Gedung Artha Graha dan seberang kelas atas mal Pacific Place yang terletak di Sudirman Business District Centre (SCBD), ada arstistik visualisasi penting Masjid.

Masjid bernama Masjid Al Kautsar Polda Metro Jaya, dibangun dan dikelola oleh Polda Metro Jaya. Nama Al-Kautsar diambil dari salah satu surat dalam kitab suci Al-Quran, berarti nikmat berlimpah.
Dirancang dengan nuansa Islam dari bangunan yang solid tebal dengan kombinasi taman ini tampaknya sangat religius, indah, luas dan terdapat jam masjid digital penanda sholat di dalamnya. Pencetakan sangat tepat karena terletak di daerah pusat hiruk pikuk ibukota.

Masjid Polda Metro Jaya yang dibangun di sebidang + 4278 m2 dengan luas bangunan + 2.300 m2 dirancang agar suasana Islam yang kental dan kokoh dan menggabungkan elemen – elemen taman, yang merupakan bagian dari pembangunan masjid itu sendiri, yang menimbulkan kesan tempat suci / indah agama, sejuk dan ramah.

Adapun filsafat Islam-nya dapat dijelaskan dalam masjid, yaitu:

1. Nama makna Masjid AL “Kautsar bahwa banyak nikmat / danau Al Kawthar sejuk dan indah di surga.
2. Tiga tingkat yang berbeda dari ketinggian masjid itu sendiri. Tingkat gerbang pertama Lop / lobi dilambangkan Faith.
b. Tingkat kedua teras melambangkan Islam
vs. Tingkat atap bangunan ketiga melambangkan Ikhsan.

3. kubah utama dibungkus dengan tembaga disertai

4 (empat) kubah melekat pada dinding bawah melambangkan ajaran Islam adalah satu dan tetap utuh dipandu oleh empat (4) sekolah, dan diperkuat dengan jumlah akses ke pintu di Masjid 4 (empat ) melambangkan pintu masuk dan pengumpulan empat sekolah yang dikenal oleh orang-orang Islam di Indonesia yaitu: Imam Malik, Imam Hanafi, Syafi’i dan Imam Hambali.

4. Dua menara utama mengapit pintu masuk ke masjid menggambarkan nomor dua kalimat keyakinan.

5. Lima kubah besar yang mewakili lima rukun Islam masing-masing

2 di atas wudlu,
2 di atas tangga menara dan
1 tembaga Utama berlapis Dome.

6. Masjid Menara. berjumlah 6 buah melambangkan prinsip tersebut adalah:

Menara terletak 4 buah dan tempat wudlu
2 buah di teras masjid.

7. pilar utama masjid, sebanyak 9 buah angka yang melambangkan penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di Jawa, yaitu Wali Songo.

8. Jumlah Log seluruh masjid tinggi melambangkan 99 Nama Indah.

9. Jumlah kubah dan menara umum nomor 25, melambangkan 25 rasul yang percaya.

10. Main Tower atas dua masing-masing 33 m yang menggambarkan jumlah bola sebanyak 33 kali.

Tinggi 11. 4 berbelok ke kiri dan kanan masjid masing-masing 17 m dan posisi penutupan, sebesar 7 bagian melambangkan jumlah doa dalam shalat 5 kali sehari.

Filsafat masjid Islam harus mendorong keluarga Muslim Polda Metro Jaya, meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Ameen.