Blog

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Padi

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Padi – Padi merupakan salah satu tanaman yang tersebar di daerah tropis dan subtropis, seperti diantaranya di Asia, Afrika, Amerika dan Australia. Tanaman padi merupakan tanaman budidaya yang penting karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, yaitu sumber karbohidrat pertama dan utama bagi masyarakat Indonesia.

Klasifikasi Tanaman Padi

dalam ilmu botani Klasifikasi dari tanaman padi menurut sistem Cronquist adalah sebagai berikut.

  • Kingdom : Plantae
  • Subkingdom : Tracheobionta
  • Superdivisi : Spermatophyta
  • Divisi : Magnoliophyta
  • Kelas : Liliopsida
  • Subkelas : Commelinidae
  • Ordo : Poales
  • Famili : Poaceae
  • Genus : Oryza
  • Spesies : Oryza sativa L.

Morfologi Tanaman Padi

Padi termasuk salah satu tanaman semusim yang berumur pendek, serta akan langsung mati setelah selesai berproduksi. Morfologi dari tanaman padi dibagi menjadi bagian vegetatif yang terdiri dari akar, batang dan daun, serta bagian generatif yang terdiri dari malai dan gabah yang akan dijelaskan secara lebih rinci dibawah ini.

  • Akar

Akar memiliki fungsi untuk menyerap air dan unsur hara pada tanaman untuk kemudian diolah sebagai sumber makanan bagi padi. Akar tanaman padi merupakan akar serabut, yang mana terdapat akar primer yang akan tumbuh ketika benih berkecambah.

Setelahnya, tumbuh juga calon akar dan calon batang. Akar primer juga dapat berdiferensiasi lebih lanjut menjadi akar seminal apabila akar primer diganggu. Akar seminal akan digantikan dengan akar sekunder yang tumbuh dari bagian bawah batang. Akar yang masih muda memiliki warna putih, sementara akar yang sudah dewasa memiliki warna coklat.

  • Batang

Batang padi terbagi menjadi ruas-ruas berwarna hijau dengan ketinggian mencapai 105-115 cm. Batang memiliki rongga, berbentuk bulat dan memiliki ruas yang dipisahkan oleh buku-buku. Tiap ruas memiliki panjang yang berbeda-beda, yang mana ruas terpendek terdapat pada pangkal batang dan semakin panjang ketika semakin mendekati puncak batang. Pada buku bagian paling bawah, terdapat daun pelepah yang membalut padi hingga buku paling atas.

Tanaman padi akan membentuk rumpun dengan anakan yang tumbuh pada dasar batang. Pembentukan anakan akan membentuk susunan mulai dari anakan pertama, kedua, hingga seterusnya. Pembentukan anakan pada padi ini dipengaruhi oleh ada tidaknya unsur hara, intensitas sinar matahari yang mengenai tanaman padi, jarak tanam antar tanaman padi yang satu dan tanaman padi yang lain, serta teknik budidaya yang digunakan untuk menanam padi.

  • Daun

Daun padi tumbuh secara berselang-seling, yang mana pada setiap buku padi terdapat satu daun. Daun padi memiliki warna hijau dengan permukaan daun bagian bawah kasar, sementara permukaan daun bagian atas halus. Posisi daun padi adalah tegak terhadap batangnya. Tanaman padi memiliki daun yang khas, yang mana memiliki sisik dan telinga daun. Selain itu, terdapat juga helai daun, pelepah daun dan lidah daun. Lidah daun terletak pada cabang terpendek di buku padi bagian paling bawah, sementara daun kelopak akan tumbuh pada cabang terpanjang.

Terdapat juga daun bendera, yaitu daun yang memiliki ukuran lebih pendek, namun lebih lebar dibanding daun-daun lain yang terletak di bagian bawah. Daun bendera terletak tepat di bawah malai padi. Sementara itu, daun pertama keluar bersamaan dengan ketika tunas tumbuh.

Pertumbuhan daun padi, yang mana selalu diawali dengan munculnya daun baru berselang tiap 7 hari.

  • Malai (bunga padi)

Bunga padi terdiri dari tangkai bunga, bakal buah, putik, benang sari, lemma dan palea. Dalam satu bunga, terdapat dua kelamin dan bakal buah yang terletak di bagian paling atas. Benang sari berjumlah sebanyak 6 buah dan memiliki ukuran yang pendek dan tipis. Kepala sari berukuran besar dengan dua kantong serbuk. Terdapat dua tangkai putik, yang mana dua kepala putik akan membentuk malai berwarna putih atau ungu.

Bunga padi sering juga dikenal sebagai malai. Malai merupakan bagian generatif dari padi. Malai adalah sekumpulan bunga padi yang tumbuh dari buku bagian paling atas. Bulir-bulir padi terletak pada cabang malai yang pertama dan kedua. Panjang malai berbeda-beda tergantung pada varietas padi dan proses penanaman padi.

  • Gabah (buah padi)

Buah (ovary) padi yang sudah dalam keadaan masak dikenal sebagai gabah. Buah dihasilkan melalui penyerbukan bunga, lalu dilanjutkan proses pembuahan. Bagian buah padi diantaranya adalah embrio, endosperm dan bekatul. Bentuk gabah padi berbeda-beda, namun umumnya memiliki bentuk yang ramping dan panjang serta berwarna kuning. Ketika kulit gabah dibuang, maka akan tersisa beras yang biasanya digunakan sebagai bahan pangan karena kaya akan karbohidrat dan serat.

Itu dia morfologi khas dari tanaman padi. Tanaman padi memiliki bermacam-macam varietas, tapi secara umum semua varietas memiliki ciri-ciri morfologi utama seperti yang telah disebutkan diatas. Apakah sekarang Anda sudah bisa mengidentifikasikan tanaman padi?

Sumber : Agroteknologi