Blog

Ciri Haji Mardud Yang Tertolak Oleh Allah

Kita tentu sudah belajar semenjak Sekolah Landasan jika haji itu hukumnya harus yang sanggup. Nah, makna sanggup ini kesempatan sering cuman disamakan dengan sanggup secara keuangan. Tetapi, semenjak sekarang ini kita agar lebih kenali jika sanggup yang diambil kesimpulan tidak cuma itu. Persiapan rohani dan jasmani terhitung dalam barisan persyaratan sanggup untuk pergi haji.

Kamu yang saat ini belum mempunyai cukup ongkos untuk pergi haji tetapi mempunyai kesehatan rohani dan jasmani yang bagus, harus tetap mengucapkan syukur dan percaya diri. Itu salah satunya kekuatan yang sekarang ini kamu punyai untuk bekal pergi haji.

Keinginan setiap orang yang pergi haji pasti ialah jadi haji mabrur, di mana beribadah hajinya diterima Allah subhanahu wa ta’ala. Nah, kontradiksi haji mabrur ialah haji mardud. Ini berarti haji yang tertolak, di mana beribadah orang pergi haji tidak diterima Allah.

Mereka seperti buang tenaga, harta dan waktu secara percuma. Rugi bandar, bosqu! Lantas, bagaimana ya triknya agar kita tidak jadi jemaah yang tertolak hajinya? Nah, karena itu kita harus ketahui dahulu nih beberapa ciri haji mardud seperti di bawah ini.

Niat yang Salah

Beribadah haji dilaksanakan bukan berdasarkanniat tulus karena Allah, tetapi karena niat salah seperti gengsi. Gengsi pada saudara, rekan atau famili supaya dicap memiliki iman dan berduit. Ini terang tidak akan membuat kita jadi haji mabrur.

Haji Langsung Berangkat Haji Furoda

Biaya dari Harta Haram

Biaya naik haji berawal dari harta haram. Bahkan juga, walaupun harta yang haram tercampur sedikit saja dalam harga yang halal, karena itu beribadah haji masih tidak akan diterima. Harta haram ini terhitung riba, hasil korupsi dan sebagainya.

Tidak Sabaran dan Sombong

Tidak sabar sepanjang hadapi ujian di Tanah Suci akan membuat pahala haji ditampik. Penting selalu untuk bersabar dalam hadapi ujian saat jalankan beribadah haji. Tidak itu saja, sikap tinggi hati bisa juga jadikan pahala jemaah haji tertolak.

Tidak Menjaga Sopan Santun

Memperlihatkan sikap tidak baik sepanjang haji dapat membuat seorang jadi haji mardud. Maka janganlah lupa selalu untuk jaga sikap santun sopan, bicara yang halus, menyampaikan salam dan penuh cinta kasih ke sama-sama manusia khususnya jemaah lainnya.

Tidak Menjadi Lebih Baik setelah Berhaji

Paling akhir, pemicu ditampiknya beribadah haji ialah karena kita tidak dapat memiara semua pahala yang diupayakan sepanjang naik haji. Jemaah yang mengawali hidup anyarnya sesudah naik haji dengan amalan jelek akan digolongkan sebagai haji yang tertolak.

Dalam sebuah hadits, tidak ada balasan untuk haji mabrur terkecuali surga. Kemabruran haji diikuti dengan berbicara baik dan memberikan makanan. Sementara dalam kisah Ahmad dan Al Baihaqi, pertanda haji mabrur adalah memberikan makan dan menebarkan salam.

Maka terang dong jika jadi haji mabrur ialah idaman untuk setiap jemaah haji? Kebalikannya, haji mardud harus kita jauhi. Tentunya kita tidak ingin rugi karena telah habiskan banyak dana, waktu dan tenaga untuk melaksanakan ibadah ke Tanah Suci.

Program haji furoda, bagi anda yang ingin langsung berangkat haji tanpa harus menunggu lama.