Blog

Cara Menanam dan Merawat Tanaman Tomat di Rumah

Yuk simak artikel berikut untuk mendapatkan informasi lengkap bagaimana cara menanam dan merawat tomat di rumah!

Buah tomat dikenal sebagai salah satu buah sekaligus sayuran yang kaya akan nutrisi dan vitamin. Tak heran, buah yang satu ini seringkali digunakan sebagai bahan dalam masakan ataupun minuman seperti sambal, jus, sup, lalapan dan lain sebagainya.

Buah tomat rendah akan kalori dan lemak, namun kaya akan karotenoid, lutein, gula, vitamin A, vitamin C, folat, dan kalium. Tak hanya itu, tomat juga dikenal kaya akan antioksidan berupa likopen yang mampu menangkal efek buruk dari radikal bebas yang dapat menyebabkan kanker. Selain itu, buah tomat juga mengandung senyawa antioksidan lain berupa polifenol, chlorogenic acid, dan naringenin.

Dengan beragamnya nutrisi dan manfaat tomat ini menjadikan tanaman tomat pilihan untuk dibudidayakan sendiri di rumah. Sebenarnya, menanam tanaman tomat di rumah tidak sulit. Namun, Anda tetap harus mengetahui cara yang benar untuk menanamnya agar tanaman tomat bisa tumbuh optimal dan memproduksi buah yang lebat. Yuk simak nformasi selengkapnya berikut ini!

Baca Juga : Jenis-jenis Cabai | Mana yang Lebih Pedas?

Cara Menanam Tomat di Rumah

Cara Menanam dan Merawat Tanaman Tomat di Rumah

1. Memilih Benih Tomat

Salah satu langkah terpenting dalam menanam tomat yaitu pemilihan benih tomat. Pastikan benih tomat yang dipilih adalah biji tomat yang baik dan bebas dari hama. Benih tomat yang baik berasal dari buah tomat yang sudah benar-benar matang, ditandai dengan warna merah dan kulitnya yang tipis. Selain itu, biji tomat juga terlihat besar dan tidak mengapung saat direndam.

Benih tomat bisa Anda dapatkan dengan membuatnya sendiri di rumah ataupun dengan membelinya di toko-toko pertanian. Cara pembuatan benih tomat ini pun cukup mudah, yuk simak caranya di sini.

2. Penyemaian

Setelah didapatkan bibit tomat yang sesuai, Anda dapat melakukan penyemaian. Bibit tomat perlu disemai terlebih dahulu dalam media persemaian. Media persemaian ini terbuat dari campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Benih tomat kemudian dibenamkan dalam media semai yang telah dipersiapkan.

Selanjutnya media semai benih tomat diletakkan pada tempat yang teduh serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung ataupun hujan karena bisa merusak benih yang masih lemah. Setelah mulai muncul sekitar 5 helai daun atau saat berusia kurang lebih 1 bulan, bibit tomat dapat dipindahkan ke dalam polybag.

3. Penanaman Tomat

Setelah berusia kurang lebih satu bulan, bibit tomat bisa dipindahkan pada polybag atau lahan yang telah dipersiapkan. Media tanam untuk menanam tanaman tomat yang baik adalah tanah yang gembur dan subur, berupa campuran dari tanah, pasir, dan pupuk kompos dengan perbandingan 1:1:1. Jika menanamnya di lahan tanam, Anda bisa membuatnya menjadi bentuk bedengan.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan pot atau polybag dengan diameter sekitar 30 cm. Saat memindahkan bibit tomat dari persemaian, sebaiknya dilakukan dengan lebih berhati-hati. Pastikan akar bibit tomat tidak rusak dan batangnya tidak patah.

Tanam bibit tomat hingga akarnya tertimbun dengan baik pada media tanam. Selanjutnya bibit tomat disiram dengan air secukupnya.

4. Perawatan Tomat | Cara Menanam dan Merawat Tanaman Tomat di Rumah

Setelah penanaman, tanaman tomat masih perlu mendapatkan perawatan agar bisa tumbuh dengan optimal dan menghasilkan buah yang banyak. Berikut ini beberapa cara perawatan tanaman tomat yang bisa Anda lakukan :

Jangan Tanam Terlalu Rapat

Anda harus mengatur jarak tanam pada tanaman tomat. Hal ini bertujuan agar tanaman tumat bisa tumbuh dengan lebih leluasa. Jika ditanam terlalu berdekatan, bisa menghambat pertumbuhan tanaman tomat serta akan mudah terserang penyakit tanaman.

Sementara itu, jika budidaya tomat dalam pot atau polybag, maka Anda bisa menggunakan pot atau polybag yang berukuran besar serta mengatur jarak peletakannya agar tidak terlalu berdekatan satu sama lain.

Atur Pencahayaan

Jika Anda menginginkan tanaman tomat yang berbuah lebat, maka pastikan tanaman tomat Anda mendapatkan sistem pencahayaan yang tepat. Tanaman tomat membutuhkan banyak sinar matahari langsung terutama dalam masa pertumbuhannya.

Namun, jika Anda membudidayakan tomat dalam rumah, dan sulit untuk mendapatkan paparan sinar matahari secara langsung, Anda bisa menggunakan pencahayaan buatan. Pastikan tanaman tomat mendapatkan pencahayaan yang mencukupi yaitu selama 14-18 jam setiap hari.

Perkuat Batang Tomat

Batang tomat perlu dilatih agar bisa tumbuh lebih kuat. Jika Anda menanam tomat di lahan terbuka, maka batang tomat akan mudah bergerak dan bergoyang karena tertiup angin. Namun, jika Anda menanam tomat di dalam ruangan, maka Anda perlu menyalakan kipas angin untuk menciptakan angin buatan.

Arahkan kipas angin ke tanaman tomat dalam masa pertumbuhannya selama kurang lebih 5-10 menit, sebanayak 2 kali setiap harinya. Jika langkah ini dilakukan secara rutin, maka tanaman tomat Anda bisa tumbuh lebih kuat dan mampu menopang buahnya.

Potong Daun Tua

Cara merawat tanaman tomat yang selanjutnya yaitu dengan memperhatikan kondisi daunnya. Saat tanaman tomat sudah mencapai tinggi sekitar 1 m, lakukan pemotongan daun yang berada di bagian paling bawah. Daun ini merupakan daun tua yang seringkali menjadi penyebab timbulnya jamur. Jika tidak dibersihkan, jamur dapat menyebar dan mengganggu pertumbuhan tanaman tomat.

Selama masa pertumbuhannya, daun tomat yang berada di bagian paling bawah mendapatkan lebih sedikit sinar matahari dan air. Selain itu, mudah terkena bakteri patogen akibat percikan tanah saat melakukan penyiraman. Akibatnya, daun tua menjadi tempat pertama jamur berkembang biak. Selain dengan memotong daun tua, langkah pencegahan ini juga bisa dilakukan dengan menyemprotkan kompos teh.

Siram Secara Rutin

Tak kalah penting, tanaman tomat juga harus mendapatkan air yang mencukupi untuk bisa tumbuh optimal. Untuk itu, penyiraman harus dilakukan secara rutin. Pastikan media tanam tomat tetap terjaga kelembabannya serta tidak tergenang air.

Jika penyiraman tidak dilakukan secara teratur, tanaman tomat bisa membusuk, pecah dan retak akibat kkurngan kalsium. Saat musin kemarau, Anda dapat melakukan penyiraman lebih dari biasanya.

Saat buah tomat sudah mulai masak, sebaiknya Anda mengurangi jumlah penyiraman. Hal ini bertujuan agar buah tomat yang dihasilkan memiliki rasa yang lezat serta tidak hambar.

Pemasangan Ajir

Pemasangan ajir atau tiang bambu sebaiknya dilakukan saat proses penanaman tanaman tomat. Hal ini bertujuan agar pemasangan ajir pada media tanam tidak merusak sistem perakarannya.

Saat tanaman tomat sudah mulai tumbuh tinggi, Anda bisa mengikatkan batangnya pada ajir tersebut. Dengan pemasangan ajir, tanaman tomat bisa tumbuh lebih kokoh serta tidak mudah roboh saat berbuah lebat nantinya.

Penyiangan

Lakukan penyiangan atau pembersihan gulma secara rutin. Pastikan tidak ada rumput-rumput atau tanaman pengganggu lainnya yang tumbuh di sekitar tanaman tomat. Pasalnya, keberadaan gulma ini justru bisa mengganggu sistem penyerapan nutrisi tanaman tomat sehingga bisa mengganggu pertumbuhannya.

5. Panen

Tanaman tomat dapat dipanen setelah berusia 60-90 hari setelah tanam. Tahap pemanenan buah tomat ini bisa Anda lakukan dengan cara memetik buah tomat dari tangkai buahnya. Banyaknya buah tomat yang dipanen, bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Sekian informasi mengenai cara menanam tanaman tomat di rumah yang bisa menjadi pandungan Anda. Mudah bukan? bagi Anda pecinta buah tomat, tak ada salahnya Anda menanam tanaman tomat sendiri di rumah. Selamat mencoba!