Blog

Busana Apik Untuk 1000 Balon

Anak Paling Gaul

“Di sekolah, Reina pernah mendapatkan ranking 1, sekarang hanya masuk 10 besar. Kami tentu bersyukur dengan hal ini karena sudah mencirikan Reina sebagai anak pandai. Saat kelas 1 SD, Reina pernah dinobatkan jadi siswi paling gaul karena Reina bisa berkomunikasi pada siapa pun, baik teman sebaya maupun para guru.

Prestasi lain Reina, ia pernah menang lomba menggambar di Sabuga, Bandung dan lomba gambar yang diadakan oleh Babybones. Kami tidak pernah memaksa Reina, hanya berusaha mengikuti ke mana minatnya dan berusaha mengenalkan pada kegiatan positif, dari musik, menari, menggambar, komputer, mengarang.”

Masuk Camp Semangat

“Sepak terjang Reina dalam menggambar, ternyata berhasil membawanya menjadi penata busana di ­ lm 1000 Balon. Awalnya bisa dibilang tidak sengaja. Saat itu saya ajak Reina belanja ke swalayan di daerah Setiabudi, Bandung. Saat itu ada sales yang menyodorkan ­flyer lomba audisi untuk pembuatan ­ lm anak buatan anak-anak Indonesia pertama.

Reina tertarik ikut serta dan meminta saya untuk mengantarkannya ikut audisi. Lucunya, saat itu dia masih bingung mau ikut audisi bidang apa, akting, penata musik, sutradara, kameramen, penata kostum, dan penata artistik. Akhirnya Reina memilih menjadi penata kostum.

Alasannya, karena dirinya suka menggambar. Saya pun meminta dia untuk mencoba mendesain beberapa kostum kegiatan sehari-hari. Saat hari H audisi tiba, sempat kaget juga karena banyak sekali pesertanya.

Singkat cerita, usai audisi, kami pulang. Setelah menunggu alhamdulillah ada kabar gembira yang menyatakan Reina termasuk dalam 50 anak dari 5.000 anak yang mendaftar. Ia pun masuk camp yang diberi nama Camp Semangat.”

Perasaan Campur Aduk

“Jujur saya tak menyangka Reina bisa terpilih masuk Camp Semangat. Tak ada feeling apa pun Reina bakal lolos. Persiapannya hanya dengan mengajak dia mendesain beberapa busana. Itu pun baru diwarnai di lokasi audisi sambil dia menunggu giliran. Saat itu saya ingin memberikan Reina pengalaman baru.

Bagaimana rasanya audisi, bagaimana rasanya berkompetisi, bagaimana rasanya antre panjang, dan supaya mengerti bahwa seseorang itu harus berjuang untuk mencapai sesuatu. Saat menunggu pengumuman diterima atau tidak, Reina sangat santai. Dia sudah bilang, gimana Allah saja.

Ketika tahu Reina lolos, saya tentu senang. Rasa campur aduk saya alami saat Reina masuk karantina, senang sekaligus bimbang. Senang karena dia pasti dapat pengalaman yang sangat berharga. Apalagi event ini sangat bagus untuk meningkatkan kepercayaan dirinya.

Bimbang karena di antara anak-anak yang lain, dia termasuk yang kecil dari segi ­ sik. Setelah ­ lmnya sudah tayang, Reina jadi lebih senang menggambar baju. Saya berharap apa pun cita-cita Reina, dapat ia raih dan ia menyukai apa pun profesinya kelak.”

Baca juga portal gaya hidup untuk mendapatkan wawasan lebih mengenai mendidik anak dan hidup sehat.