Blog

Bunga Saffron, Bumbu Dapur Termahal di Dunia  

Bumbu dapur dari Bunga papan serang umumnya cuma bertindak untuk penyedap rasa dalam hidangan masakan penting yang dapat didapat pada harga murah. Tetapi ada satu tipe bumbu dapur yang membuat ibu rumah-tangga serta koki tidak berani membuangnya percuma walaupun cuma sedikit.

Ialah saffron, rempah-rempah paling mahal di dunia yang pertama-tama diketemukan beberapa ribu tahun kemarin. Mulai sejak itu, saffron dipakai untuk bumbu dapur untuk masakan penting di beberapa negara.

Harga per kilogramnya saja serta capai belasan sampai beberapa puluh juta rupiah. Banding dengan garam yang umum dipasarkan dengan seharga Rp 450/Kg sampai Rp 750/Kg sekarang ini.

Harga membumbung tinggi di beberapa negara di dunia sebab rempah yang ini bisa memberika rasa yang kaya pada makanan. Saffron datang dari sisi bunga Crocus yang berwarna ungu fresh.

Berikut penjelasan tentang salah satunya bumbu dapur paling mahal dunia yang harga dapat melebihi emas seperti diambil dari BBC.co.uk.

 

Asal Saffron

Sampai sekarang ini belum juga tahu, kapan pertama-tama saffron diketemukan serta mulai dipakai untuk bumbu dapur. Tetapi bila disaksikan dari dokumentasinya, saffron telah mulai dipakai semenjak 4.000 tahun kemarin.

Kemudian, bersamaan perkembangan peradaban dunia, saffron juga menyebar dari satu negara ke negara lain. Dalam catatan sejarahnya, Saffron rupanya tidak cuma dipakai untuk bumbu dapur, dan juga minyak wangi serta shampo.

Saffron adalah rempah-rempah yang didapat dari benang sari bunga Crocus yang umum dikenal juga untuk Rose Saffron. Benang sari yang dikeringkan lalu diproses jadi Saffron.

Untuk produksi 1/2 kilo saffron saja, dibutuhkan seputar 70 ribu sampai 250 ribu bunga Crocus. Bunga itu harus diambil langsung saat merekah untuk membuahkan rempah-rempah yang enak.

 

Harga saffron di beberapa negara

Untuk rempah-rempah paling mahal di dunia, saffron dipasarkan pada harga selangit di beberapa negara. Di Brasil, harga saffron dipasarkan dengan rata-rata harga US$ 1.000 atau Rp 11,71 juta per kg (kurs: Rp 11.712/US$).

Di Chicago, Amerika Serikat, saffron dipasarkan pada harga semakin tinggi seharga US$ 6.790 atau Rp 79,5 juta per kg. Sesaat di Inggris, beberapa pedagang jual saffron seharga 355 pound sterling atau sama dengan Rp 7,11 juta per kg.

Harga saffron di India pun tidak kalah melesat yakni seputar 300 ribu atau sama dengan Rp 58,54 juta per kg. Tidak bingung, makanan yang memakai saffron untuk bumbunya sering jadi hidangan paling mahal.

 

Fakta yang membuat harga saffron selangit

Harga rempah-rempah di bunga papan serang di antara belasan sampai beberapa puluh juta rupiah memang mengundang bertanya. Apakah yang membuat harga bumbu dapur itu melesat tinggi sekali?

Diawali pada prosedurnya, saffron bukan rempah-rempah yang gampang didapatkan. Seperti disebutkan awalnya, diperlukan seputar 250 ribu bunga untuk membuahkan 1/2 kilo saffron.

Pikirkan saja, 250 ribu bunga Crocus hampir sama dengan 3x ukuran lapangan sepakbola. Susahnya kumpulkan serta menuai bunga itu jadi salah satunya fakta mahalnya harga saffron.

Waktu yang dihabiskan untuk memanen bunga Crocus adalah salah satunya penyebab naiknya harga saffron. Bunga Crocus umumnya tumbuh di Iran, Spanyol serta India.

Satu bunga cuma menghasilkan tiga puncak benang sari yang diambil langsung, dikeringkan serta dipasarkan ke penjuru dunia. Serta rempah-rempah ini dapat memberi rasa yang seperti madu yang membuat beberapa orang menyenanginya.